02/09/16

Universal

                Yogyakarta, 02 September 2016


Halo, sudah sangat lama saya tidak menulis lagi di blog ini, karena banyak sekali kegiatan yang harus saya kerjakan di kelas 11 semester 2, hehe. Jadi maafkan mungkin bahasa saya akan sangat banyak berubah untuk bercerita, tapi yaahh semoga teman – teman yang sangat selo untuk membaca tulisan ini paham dengan apa yang saya tulis.

            Kali ini saya akan menceritakan salah satu hal yang banyak mempengaruhi pandangan saya terhadap banyak hal di dunia ini, juga bagaimana saya bersikap dan bertindak, berpikir atau bahkan bagaimana saya menanggapi suatu hal.
            Entahlah, saya lupa bagaimana ini berawal tapi seingat saya, saya memulai ini dari sebuah kejadian lucu,yahhh namanya anak muda pasti suka nyari sesuatu hal yang menantang, nah di sekolah saya yang lapangan tengah nya lebih mirip hutan ini, di salah satu pohon nya ada rumah tawon yang gedenya segede gaban, entahlah, namanya anak muda akhirnya saya dan teman – teman saya berusaha menghilangkan rumah tawon itu dengan cara yang salah, dan jatuh nya malah mengganggu kehidupan tawon tawon tersebut.
            Setelah kegiatan mengganggu tersebut selesai, saya bertemu dan mengobrol dengan salah satu orang yang membuat pikiran saya lebih terbuka lagi, disitu saya belajar bahwa, kadang – kadang kita itu salah dalam memaknai sesuatu hal, dalam hal ini saya salah dalam memaknai sebuah ‘kedamaian’, buat saya kedamaian itu adalah hidup tentram tanpa adanya ancaman dari pihak lain. Buat saya waktu itu bakalan lebih enak jika lapangan tengah itu bersih dari segala macam potensi bahaya, yang dalam hal ini adalah tawon tersebut.
            Padahal ketika kita mau sedikit belajar dari tawon tersebut, atau mungkin sedikit membuka pikiran kita, kita bisa belajar bahwa kedamaian itu bukan lah saling menghilangkan atau mendominasi, tapi bagaimana kita bisa hidup saling berdampingan satu sama lain, mungkin tawon – tawon tersebut sudah hidup lebih lama dari umur saya, atau bahkan hidup tawon itu lebih berguna daripada hidup saya selama ini, tidak ada yang tahu.
            Hidup itu universal, kita tidak bisa menarik suatu kesimpulan berdasarkan satu sudut pandang saja, kadang kala kita harus memiliki banyak sekali sudut pandang untuk menyikapi sesuatu, mungkin buat kita ‘kedamaian’ adalah hiilangnya berbagai ancaman atau hidup dengan tenang tanpa potensi gangguan apapun, dan kita melupakan tentang bagaimana hidup saling berdampingan tanpa mengganggu satu sama lain.
            Semenjak saat itu saya berusaha melihat berbagai hal tidak hanya dari sebuah sudut pandang saja. Saya belajar untuk melihat sesuatu tidak hanya sekadar “apa yang orang itu lakukan” tapi mencoba untuk bertanya juga “kenapa orang itu melakukan hal tersebut”.
            Saya merupakan orang yang sangat idealis di hidup saya, segala sesuatu yang ada di pikiran saya adalah versi kebenaran menurut saya, saya bukan tipe orang yang bisa diajak bernegosiasi setahun yang lalu, dan dalam hal ini saya melihat bahwa hal tersebut adalah sifat yang saya harus pelan pelan hilangkan. Saya belajar bahwa terkadang mendengarkan orang lain itu juga menyenangkan, kadang kala saya bersikap bodoh dan tidak paham apa apa hanya untuk sekedar melihat  apa yang orang lain pikirkan tentang sesuatu hal.

            Dunia ini universal, kita tidak bisa melihat sesuatu itu sejelas hitam atau putih saja, kita tidak bisa memberikan penghakiman bahwa ini baik dan itu buruk, mari bahagia, karena kadang kita melupakan nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar